Aku ciptakan cerita jika waktu takkan lanjut untuk merajut apa yang akan tiada.
Bukan berarti aku akan menciptakan sejarah yang penuh tanda tanya, hanya saja setiap pertanyaan hanya menciptakan cerita yang bahkan takkan pernah sama.
Jika, bukan karenanya, aku mungkin akan menjadi sebuah gulungan hampa yang tak bernada, tidak seperti sebuah kamus yang menciptakan sebuah runtut kata yang akan diucapkan.
Ketika, hujan turun, seraya setiap daun dan ranting menyanyikan cerita lama mereka.
Bukan sebuah kata yang berima, tapi kalimat yang berirama.
Tapi, ketika mereka melantunkan nada, terkadang nurani berkata apa yang telah terjadi selama 18 tahun yang dilakukan oleh diriku ini.
Yang berarti satu, apa yang menghasilkan siapa dalam cerita ini?
18 tahun.
Cerita yang akan disampaikan mungkin akan lebih dari 1 bait, atau bahkan 1 paragraf baku.
Yang menghasilkan sebuah penjelasan,
"INI ADALAH AKU.
AKU YANG TELAH MEMBAWA RAGAKU UNTUK MENCIPTAKAN AKU UNTUK MENJADI SESUATU."
Tidak, hal ini bukanlah yang ciptakan untuk menunjukan siapa aku, tapi apakah aku?
Seperti Chairil Anwar yang melantunkan Aku dalam setiap bait puisinya, aku juga sebuah binatang.
Tetapi, binatang ini tidak diciptakan untuk menjadi jalang.
Tetapi, diciptakan untuk menyayangi dan mencintai.
Memberi dan mengasihi.
Kadang kala, menangisi dan meratapi.
Itulah aku.
Aku yang menciptakan siapa dan apa dalam hidupku.
Hidup yang terkadang tak beragam tapi sempurna, sempurna dalam ketidaksempurnaannya.
Sekarang, hujan pun reda.
Matahari bersinar menciptakan tujuh warna bidadari yang menghimpun mata dunia dan menciptakan keindahan dalam setiap pandang.
Sekarang akan kusampaikan tentang Kamu.
Kamu itu sebuah rasa.
Tercipta memberikan hambar sebuah dansa.
Memberikan keadaan kepada ketiadaan.
Kamu itu menciptakan pesan kepada hal yang liar dan luas.
Imajinasi yang takkan terikat pada sebuah gravitasi.
Seperti Matahari yang menerangi dan liar bak lubang hitam diujung galaksi.
Ciptakan impian yang akan menerangi.
Yang mungkin kamu akan sadar bahwa itulah kamu untukku.
Korelasi pada bintang menciptakan indah pada waktunya.
Malam yang tercipta akan terlihat cantik.
Dengan terciptanya konstelasi bintang.
Sirius, Ursa Major, dan Segitiga Musim Panas.
Itu kamu dengan aku.
Menciptakan sifat dan menggabungkan rasa.
Memberikan cahaya dan memanfaatkan gelap.
Seperti itulah ketika Aku dan Kamu.
Sejuta kemungkinan, miliaran akal, triliunan Imajinasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar